Uncategorized

Liverpool, Kenaifan Klopp, Dan Negativitas Sepak Bola Yang Klasik

Sebuah tim dalam sepakbola tidak bisa menerapkan formasi yang sama tiap kali bertanding. Hal ini dikarenakan masing-masing tim memiliki individu yang berbeda dan sangat perlu untuk menemukan cara bermain sesuai dengan kemampuan unik mereka.

Pentingnya memahami pengertian pola permainan dalam sepak bola agar memberikan fungsi dan manfaat maksimal serta memberikan efek ritme pertandingan yang nyaman dan tidak boros tenaga. Biasanya untuk metode atau taktik memancing barisan pertahanan tim lawan, para pemain sayaplah yang di manfaatkan. Pemain sayap kanan maupun kiri harus selalu dalam kondisi siap agar pertahanan dari tim lawan bisa dikacaukan. Ketika pertahanan mereka sudah berantakan, kesempatan untuk menerobos menjadi lebih besar. Latihan 5vs. 3 di sini juga harus dibarengi dengan “pengenalan” prinsip-prinsip bermain yang nantinya digunakan oleh pemain dalam 11vs. 11.

Proteksi atas serangan balik akan diberikan oleh gelandang bertahan yang harus siap menutup posisi kedua fullback, tergantung di flank mana serangan balik datang. Bisa kita lihat disini jika ada satu lagi tugas untuk gelandang bertahan, padahal di fase sebelumnya dia juga harus menginisiasi build up serangan dengan turun untuk memperlebar area sirkulasi bola. + Menjadikan formasi yang dinamis dimana gelandang membantu pertahanan sekaligus penyerangan.

Gambar di atas merupakan ilustrasi sederhana dari skenario bek mengakses penyerang nomor #9 disertai orientasi permainan setelah nomor #9 menerima umpan. Pemosisian DMC, CML, dan AMC di atas mampu memudahkan HBL untuk langsung mengakses nomor #9.

Setelah umpan dilepaskan, AMC harus segera mengorientasikan dirinya untuk membantu nomor #9 mendapatkan situasi 2vs. 1 dengan bek biru. Sekaligus, bila memungkinkan, si AMC sendiri atau nomor #9 yang menyelesaikan permainan dengan menerima bola dan menginjak garis atau membuat gol ke gawang kecil. Salah satu skenario progres bola dari lini belakng sampai lini depan dalam budiki. Half back right (HBR), half back left (HBL), dan center back (CB) di lini belakang plus empat gelandang di tengah.

Di tim biru, dua penyerang di depan dan dua gelandang di tengah merupakan irisan dari pola 4-4-2, yang mana hanya dua penyerang dan dua gelandang tengah yang dimasukkan ke dalam set dari sesi latihan ini. Ini adalah formasi yang sangat merepotkan bagi pemain lini belakang.

Pasalnya, para bek harus kerja ekstra keras untuk bisa menyuplai bola ke lini tengah. Wigan dari Liga Inggris menerapkan skema ini dengan baik di era Roberto Martinez. Saat strategi deep defending Indonesia tiba, juru taktik asal Korea Selatan itu langsung menutup sisi sayap dengan ketat dan bermain dengan umpan-umpan pendek akurat demi mengurung Indonesia di pertahanannya sendiri. Ketika itu, Indra menggunakan taktik yang ampuh menundukkan Thailand dan Singapura di pertandingan sebelumnya yakni bertahan dalam (deep defending), lalu melakukan serangan balik cepat memanfaatkan lesatan dari sisi sayap.